Home > Informasi Bisnis > Usaha Rumahan

Usaha Rumahan

5  Hal Penting Dalam Menjalankan Usaha Rumahan

usaha-rumahan1Memiliki usaha rumahan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi yang memilikinya, tapi untuk memulai usaha rumahan sebaiknya anda berhati-hati, karena begitu anda membuat kesalahan kemungkinan anda akan bangkrut atau gagal. Untuk itu mari kita membahas kesalahan-kesalahan umum yang terjadi.

1.  Ketrampilan Bisnis Yang Terbatas.

Anda bisa saja ahli dalam suatu bidang misalnya anda seorang penata rambut handal, arsitektur yang oke, atau apapun keahlian anda, tetapi anda tidak tahu mengelola keuangan, pembukuan, perpajakan, marketing, dll. Anda bisa saja membayar orang untuk itu, tapi anda harus paling tidak mengetahui hal-hal tersebut, anda bisa bergabung dengan pemilik usaha rumahan lainnya (buat jaringan),  ini berguna untuk memoles diri anda semakin mahir dalam mengelola usaha rumahan anda.

2. Tidak Bertindak Profesional.

Banyak usaha rumahan beroperasi di mana klien mungkin datang ke rumah anda, anda harus memastikan bahwa tempat kerja anda adalah tempat yang profesional untuk dikunjungi unutk menanam kepercayaan. Anda harus membuat kesan yang baik ketika anda mengundang orang ke kantor rumah anda.

3. Tidak Mengelola Waktu Dengan Baik (Time Management).

Anda bekerja untuk diri sendiri, bekerja sambil sarungan atau celana pendekan mungkin terdengar menyenangkan, tapi ingat, anda tidak lagi memiliki seorang atasan menanyakan hasil kerja anda tapi ini adalah tanggung jawab anda dan jika anda tidak hati-hati ini bisa menjadi sebuah situasi sulit untuk beradaptasi.

Coba buat jadwal kerja dan coba menaatinya. Ingat, meskipun anda berada di rumah anda, anda menjalankan bisnis dan anda perlu memastikan bahwa anda dapat menyelesaikan usaha rumahan anda. Jaga ruang kerja anda terpisah dari rumah anda dan memperlakukannya sebagai kantor. Hindari melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah walapun anda ada di rumah, ingat ini adalah kantor anda. Katakan sama keluarga anda bahwa anda bekerja dan tidak bisa diganggu layaknya anda bekerja dengan orang lain. Pisahkan ruang kerja anda agar anda tidak terganggu.

4. Terlalu banyak Pengeluaran
Anda tentu tahu ketika anda hendak memulai usaha rumahan, ada banyak alat-alat pendukung yang harus dibeli, seperti computer, mesin fotokopi, mesin fax, rak file, dll.
Dan kalau semua dipenuhi, tentunya bukan modal kecil bukan? Cobalah untuk memilah-milah, kalau memang ada yang bisa dimanfaatkan dari apa yang anda miliki, hindari pembelian yang serba baru, wah…, atau serba lux, ingat bahwa anda belum memiliki klien, dan belum ada penghasilan untuk beberapa saat, untuk itu hindari pengeluaran yang besar di depan kalau anda tidak ingin gagal.

usaha-rumahan5. Tidak Memiliki Izin Usaha.

Ada banyak orang memandang sepele hal perizinan, dalam sebuah kota atau Negara pasti ada instansi yang mengeluarkan ijin usaha sesuai klasifikasi termasuk usaha rumahan anda, ini penting supaya anda tidak menemukan masalah ketika usaha anda sudah berkembang. Asuransikan seluruh usaha rumahan anda dan semua kegiatannya agar anda tidak mengalami kerugiaan besar ketika musibah dating tak terduga.
Memulai usaha rumahan anda sendiri bisa menjadi kaya, baik secara spiritual dan finansial. Bekerja keras, mintalah bantuan ketika anda memerlukannya, dan jangan mengambil jalan pintas dan anda akan perlahan-lahan tapi pasti menjadi sukses.

Demikianlah 5 hal di atas yang perlu anda perhatikan dalam menjalankan usaha rumahan anda, semoga sukses :-)

Related Articles:

  • Bagaimana memulai Bisnis Rumahan ? Memilih sebuah bisnis rumahan punya tantangan tersendiri, terlebih kalau anda masih mencari bisnis rumahan apa yang cocok untuk anda. Pernahkah anda berpikir ...

  • Banyak orang mengira bahwa e bisnis sama dengan e commerce, tapi ternyata eh ternyata  E bisnis tidak sama dengan e commerce, wah jadi malu nih :-) setelah googling sana-sini...eh ternyata ada per ...

  • Bisnis di rumah? So what gitu loh...? Jangan pernah memandang sepele bisnis di rumah, karena tidak sedikit usaha yang dilakukan di rumah mampu menunjang kebutuhan rumah tangga kita, bahkan bisa sa ...

  • Hal Yang perlu Anda Ketahui Sebelum Memulai Usaha Memulai usaha sendiri, sudah merupakan tekat bulat anda ? atau mungkin masih dalam angan-angan saja? Sebelum anda memutuskan untuk memulai usaha ...

  • Sebagai seorang ibu rumah tangga tentunya ibu adalah seorang penolong bagi suami bukan ? penolong disini termasuk dalam hal keuangan, baik itu mengelola keuangan ataupun merangkap membantu sang su ...

  1. 02/02/2014 at 10:32 am

    Bagi pebisnis Pemula, saya yakin hampir semua akan menghadapi masalah menentukan Prioritas waktu dan fokus. Prioritas waktu → serasa 24 jam sehari gak cukup untuk mengerjakan segudang PR dalam bisnisnya.

    Sementara pengeluaran harian dan bulanan jalan terus. Tak lepas juga Prioritas fokus → dana terbatas, bisnis dikerjain sendiri, produksi atau pemasaran duluan?

    Biasanya nih, kalo ex-profesional perusahaan gede, begitu buka bisnis, mikirnya manajemen duluan, ujung-ujungnya BANGKRUT, karena kehabisan ‘darah’. Begitu juga SARJANA lulusan MANAJEMEN, kalo beneran ikutin teori di kampus, 90% akan bangkrut juga..!! WHY?

    Karena mereka gak ngerti skala Prioritas dengan SDM yang terbatas. Bedakan dengan perusahaan besar, yang SDM-nya keroyokan. Pebisnis pemula, dengan SDM dan bujet seadanya, kalo gak cepat-cepat mbuat untung dan arus kas positif, dalam hitungan bulan bangkrut juga.

    Fokus ke pemasaran yang penting dapat duit, benahin sistem kemudian. Orang akunting jangan ngeyel yah. Coba pikir, Apanya yang mau diakuntingin kalo duitnya aja gak masuk..?
    Maka dari itu FOKUS saat buka bisnis, terutama di jam produktif adalah CARI DUIT alias PEMASARAN..!!!

    setelah duit mengalir, baru bicara How to Manage the money. Kalo gak ada money-nya, apa yang mau di-manage doel..?! Itu Prioritas dalam bisnis. Kalo mindsetnya bener, insyaAllah gak fatal.

    Intinya: waktu kita sama 24 jam, dengan resouces terbatas, Bagaimana kita Bisa mengoptimalkan bisnis kita. Jadi istilah “Dari HULU ke HILIR” perlu dibalik → “Kuasai HILIR, baru HULU”. Karena duit itu di HILIR (baca: konsumen).

    Trus Produksinya? Di SUB ke Produsen yang HANDAL. Karena Produksi itu ribetnya minta ampun.

  2. 24/11/2014 at 5:45 pm

    poin ke 5 saya rasa hal yang sering di alami, memang untuk menjadi sukses tidak mudah, melawan rasa malas sangat perlu agar apa yang sudah menjadi rencana benar-benar bisa terwujud.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>